Wednesday, August 24, 2011

Cemilan - Pastel


Suamiku suka makan, terutama makan bikinan istrinya, akuuuu *wink wink*
Jadi, aku mulai mencoba bikin cemilan ssehari-hari. Iya, mencoba...karena sebelum-belumnya gak pernah bikin. Hmmm...kenapa ya? mungkin karena di Jakarta aku sibuk kerja, sementara disini aku gak kerja, jadi full time housewife, alhamdulillah :)
Cemilan yang aku bikin ganti-ganti. Ternyata setelah dijalani gak sesulit yang aku duga, bahkan aku mulai menikmati.
Kalau sedang gak ada acara di KJRI atau kegiatan Dharma Wanita, setelah suamiku berangkat ke kantor, dan semua udah beres, mulai deh aku di depan komputer browsing resep. Aku heran sama sebagian besar orang yang sibuk dengan minta resep sana sini... Andai mereka mau meluangkan waktu sebentar aja untuk browsing, akan ketemu deh buanyaaaaak sekali resep-resep masakan yang menarik. Lagipula, nyebelin juga sih kalau ada temen yang udah bertahun-tahun gak pernah menyapa, tau-tau muncul minta kirimin resep...pliiiiiis deeeeeeehhh kemaren-kemaren kemane aje neeeeng.. :D




My 1st fondant cake


It's been long time since I wrote in my blog. I had busy times and well...sometimes too lazy to write..hehehe...
Have I told you that I (suddenly) found I love baking? Yes, I love baking! :)
Actually I started to bake, such as making cookies when I was in Junior high school, but I never thought that I love to bake :D
Now, in Cape Town, I have lots time to spend. I started to bake from the simple ones, cookies! My husband and friends love them *blushing* Then I tried to make a cake, fondant cake. I didn't know how to make, so I browse You Tube and learned from there.
Here's the 1st fondant cake I made for my friend's birthday. Very simple fondant cake, but at that time I was so proud of myself that I could make it even though I never take baking course! And the best thing was everybody love the taste! :)


Saturday, June 25, 2011

Kenangan untuk seorang sahabat

Aku kenal dia tahun 2001, saat aku memasuki kantorku yang baru. Berjalan dengan waktu, aku menjadi mengenal dia lebih baik lagi. Bersama dengan satu temannya, kami pun menjadi 3 serangkai trio kwek-kwek yg tak terpisahkan :)
Dia adalah cowok kalem yang pernah aku temui. Pintar, baik hati dan sopan. Sementara aku dan temanku (cewek) adalah tipe yg gak bisa diam dan suka iseng. Namun semua itu menjadikan kami saling melengkapi. Saat dia kesal dengan temanku yg satunya, aku yg menjadi penengah. Saat aku kesal dengan temanku itu, dia yg menjadi penengah... well...kalau temanku yg satunya itu sih gak pernah jadi penengah, karena dia yg paling gak sabaran diantara kami bertiga :)
Sering kami bertiga janjian ke kantin atau warung terdekat untuk makan siang bersama. Atau aku hanya berdua temanku, sementara dia bersama dengan teman-temannya.
Pernah satu hari, aku dan temanku membujuk dia untuk menemani kami berdua ke Citraland, untuk facial. Dan dia dengan senang hati menemani, bahkan ikut nyobain facial juga...hihihi...
Pernah juga aku dan temanku bertengkar dengan dia. Di mulai dari ledekan iseng, yang ternyata menyakiti hatinya yang sensitif... :( Aku heran kenapa dia gak pernah bertegur sapa lagi denganku saat aku berpaspasan dengannya. Dia gak pernah lagi mengirim office email yang berisi lelucon atau sekedar bertukar berita. Aku pun bertanya, ada apa sebenarnya... jelaslah dia tersinggung, sedih dan marah oleh ledekan iseng aku dan temanku. Aku ingat, aku sampai harus menulis email yang panjaaaang untuk permohonan maaf, karena aku tau sebenarnya aku salah, ledekan aku dan temanku padanya sudah diluar batas keisengan :(
Aku senang saat permintaan maafku diterima. Temanku gak pernah minta maaf atas perbuatannya, dan mungkin itu pula yg membuat dia agak menjauh dari temanku.
Sejak itu, dia semakin terbuka denganku. Banyak cerita yg dia share untuk kami bertiga, namun ada pula cerita yg hanya dia percayakan padaku.
Aku ingat, saat dia cerita mengirimkan lamaran ke suatu tempat jauh dari pulau Jawa. Suatu lamaran yang dikirimkan karena tawaran pekerjaan yg ditawarkan seseorang padanya. Saat dia minta pendapatku, aku bilang..kalau memang itu baik buat dia, ambil aja karena tawaran baik sulit untuk datang kedua kalinya. Tiap proses yang dia lalui, selalu dia ceritakan padaku, dengan permintaan, tolong jangan cerita sama orang lain. Sampai akhirnya dia cerita bahwa dia sudah diterima di tempat itu dan harus pindah dalam waktu kurang dari 2 bulan.
Aaahhh...begitu cepatnya waktu berlalu, saat dia berlalu dari kantor dan pindah menjemput masa depannya yang lebih baik. Tinggal aku berdua temanku yang melalui hari-hari kami tanpa dia. Walau kami sering berkirim email, namun frekuensinya hanya sedikit. Mungkin dia sibuk dengan kerjaannya yang baru...
Gak lama setelah itu, aku pun mengundurkan diri dari pekerjaanku karena harus mengikuti suamiku bertugas di Cape Town. Kami bertiga menjadi terpisah jarak dan waktu...
Setahun yang lalu, kami bertemu lagi di Jakarta. Saat aku mudik ke tanah air, dia datang dari tempatnya yang jauh, dan temanku yang sudah pindah dari kantor itu pun juga datang. Kami datang untuk menghadiri penutupan kantor kami. Iya, kantor kami ditutup selamanya.
Aku bertemu dia dan sempat berfoto dengannya. Aku gak sempat untuk ngobrol panjang lebar, karena dia bilang, dia harus pergi untuk pergi ke tanah kelahirannya. Namun dia berjanji, sebelum dia kembali ke tempat kerjanya yang jauh itu, dia akan menyempatkan diri untuk bertemu lagi denganku, dan dengan temanku. Temanku itu, gak sempat ketemu dengan dia. Saat temanku datang, dia sudah berlalu... Namun janji tinggal janji, karena dia terlalu sibuk untuk menyelesaikan urusannya di hari yang dia janjikan itu, janji makan siang pun di batalkan. Dan sorenya dia segera berlalu mengejar pesawat yang membawanya pergi jauh....
Itu lah pertemuanku terakhir dengannya....
2 minggu sebelum tanggal 16 Juni, saat aku dan temanku bertegur sapa lewat email, kami berdua bertanya-tanya bagaimana kabar dia, si cowok pendiam. Aku bilang, aku akan tanyakan dengan kirim email. Namun, aku lupa.... saat aku ingat, aku selalu menunda dan mengatakan "besok saja ahh kirim emailnya"
Tapi ternyata "besok" itu gak akan pernah ada lagi...
Karena tanggal 16 Juni 2011, aku mendapat kabar dia meninggal dunia karena serangan jantung saat dia sedang cuti dan kembali ke tanah kelahirannya. Seperti petir di siang hari. Aku gak percaya, semua yang mendengar kabar itu gak percaya... Hari ini tepat 10 hari setelah kepergiannya namun aku masih belum bisa percaya dan berharap email dia ada mengunjungi inbox-ku, menyapaku... tapi semua itu gak akan terjadi, karena dia udah pergi selamanya :'(
Begitu banyak cerita suka dan duka... tertawa dan kecewa kita bagi bersama...
Selamat jalan sahabatku YRG, Allah sangat menyayangimu sehingga Dia memanggilmu dengan cepat...Kenangan persahabatan kita abadi selamanya...

Monday, May 30, 2011

SUSU BAYI DAN PAMPERS MURAH

Jaman sekarang di mana-mana harga selangit, rasanya sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Padahal gizi anak saat masa pertumbuhan itu paling penting. Untuk tumbuh kembangnya dan perkembangan otaknya. Memang ASI itu nomer satu. Namun setelah lewat masa asi ekslusive yang masanya sekarang 7 bulan, anak-anak memerlukan makanan tambahan untuk meningkatkan gizinya. Selain makanan yang sesuai dengan usianya, perlu juga tambahan susu penunjang yang membantu tumbuh kembang anak dan perkembangan otaknya. Dimana bisa membeli susu dengan harga yang sesuai dengan kantong kita? Ada sih banyak merek susu di jual dengan harga murah namun bukan susu yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Tapi jangan khawatir, sekarang ibu-ibu bisa membeli susu dengan harga lebih murah dari harga di supermarket. Susu dengan merek-merek berkwalitas yang sesuai dengan gizi yang anak ibu perlukan. Perlu pampers juga? Agen ini juga menjual pampers dengan harga terjangkau dibandingkan ibu-ibu membeli di supermarket. Yuuuk...langsung liat aja ke daftar harganya... di SINI

Generasi yang cerdas adalah generasi yang kebutuhan gizinya tercukupi.



Wednesday, November 4, 2009

Operasi BYPASS untuk penderita jantung koroner

OPERASI BY PASS atau balonisasi cukup efektif bagi penderita jantung koroner. Sayang, tidak semua pasien bisa menjalaninya. Beberapa terapi alternatif seperti obat, meditasi, yoga, dan khelasi bisa jadi solusi.
Ada beragam penyakit jantung, yakni jantung bawaan, jantung katup rematik, jantung darah tinggi, jantung kardiomiopati, dan jantung koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) menduduki peringkat pertama.
Di antara penyakit lain, PJK merupakan pembunuh nomor satu baik bagi pria maupun wanita. Menurut data dari American Heart Association tahun 1996, 13,5 juta penduduk dunia menderita PJK dan 1,5 juta mengalami serangan jantung.
Oleh Dr. Dedi Affandi, Sp.JP(K), FIHA, ditegaskan bahwa sampai saat ini langkah yang paling maju untuk menangani PJK adalah operasi by pass atau pemasangan stent. “Belum ada yang lain,” kata spesialis jantung dari RSCM-FKUI ini. Bahkan, sampai sekarang belum ada obat dokter yang bisa menghilangkan plak atau ateroma yang menyumbat koroner jantung.
Obat Paling Jelek

Meski demikian, banyak juga pasien dengan keadaan jantung jelek tetap saja tidak dioperasi. Tak sedikit pula pasien yang ditangani Dr. Dedi lebih memilih terapi dengan obat. Padahal, terapi ini seringkali terasa membosankan karena obat harus diminum rutin setiap hari.
“Sebenarnya terapi alternatif ini langkah yang paling jelek. Tetapi, langkah ini saya ambil karena memperhitungkan banyak hal, terutama segi usia pasien,” ungkapnya.
Kebetulan pasien Dr. Dedi kebanyakan berusia lebih dari 50 tahun. Bagi mereka, kemungkinan selamat setelah operasi sebanding dengan terapi pengobatan. Karena itu, menurut Dr.Dedi, terapi obat lebih efektif sekaligus lebih aman daripada operasi. Apalagi tidak semua pasien memiliki cukup dana, mengingat operasi jantung memang sangat mahal.
Setidaknya ada tujuh jenis obat yang tersedia untuk penyakit jantung, tergantung dari kasus masing-masing. Obat antiangina (nitrat, beta blocker, calcium channel blockers) berguna untuk mengurangi konsumsi oksigen otot jantung dan menambah aliran darah koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah.
Ada obat yang berfungsi sebagai diuretik, untuk meningkatkan pengeluaran garam dan air lewat urin. Dengan demikian mengurangi jumlah cairan dalam sirkulasi sekaligus menurunkan tekanan darah.
Ada pula yang disebut obat-obat digitalis, yaitu yang berfungsi sebagai penambah kekuatan kontraksi otot jantung, sehingga memperbaiki kemampuan jantung. Meski ada obat khusus yang berfungsi memperlambat denyut jantung (antiaritmia), obat-obat digitalis kerap dipakai untuk antiaritmia ini.
Selanjutnya ada obat-obatan antihipertensi yang bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan atau merilekskan otot halus arteri. Yang paling populer adalah obat-obatan antiplatelet yang berfungsi mengencerkan darah, contohnya aspirin. “Obat-obatan ini saja sudah cukup bagi para pasien jantung untuk bertahan hidup,” ujarnya.
Mencapit Plak
Tersumbatnya pembuluh koroner, setidaknya disebabkan oleh tiga hal. Pertama, akibat gula darah terlalu tinggi seperti pada penderita kencing manis. Gula darah yang berlebih menyebabkan lemak yang masuk dalam darah tersangkut dan menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah koroner di otak, jantung, maupun ginjal.
Kedua, akibat oksidan atau molekul labil yang diproduksi tubuh atau masuk dari luar tubuh. Keadaan ini menyebabkan rusaknya pembuluh darah, sehingga terjadi aterosklerosis. Karena itu, antioksidan sangat diperlukan.
“Jumlah orang Perancis yang sakit jantung lebih sedikit dibanding orang Amerika, padahal asupan lemak mereka sama banyaknya. Itu karena setelah makan bistik orang Perancis minum anggur. Dalam anggur Perancis terkandung antioksidan flavonoid yang cukup tinggi,” tutur Dr. Dedi. Sekarang orang menggunakan teh hijau yang juga memiliki sifat antioksidan.

Sebelum penggunaan bahan-bahan alternatif untuk menurunkan risiko PJK, tambah Dr. Dedi, ada bahan antioksidan yang berfungsi mengkhelasi sumbatan. Khelasi atau chelation atau chelate berasal dari bahasa Yunani, chele, yang artinya mencapit, mencekik, atau kepiting.
Cairan untuk khelasi berupa asam amino dan disebut EDTA (Ethylene Diamin Tetracetic Acid). Cairan ini dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui infus. Seterusnya cairan ini akan mencapit atau mengikat plak di seluruh dinding pembuluh dan merontokkannya secara perlahan. Hasil rontokan otomatis terbuang bersama urin lewat ginjal.
Cara ini tidak populer di kalangan dokter di Indonesia, meski ada dokter yang melakukannya. Meski lebih aman dan lebih murah dibanding operasi, bagi Dr.Dedi khelasi tidak terlalu andal.
Jangan Stres

Terapi paling penting yang wajib dijalani penderita jantung, menurut Dr. Dedi, adalah selalu tawakal menerima keadaan. “Jangan stres. Makanya saya ‘kan selalu bercanda dengan pasien,” katanya, di hadapan pasien yang sedang duduk berderet.
Banyak orang sering sulit mensyukuri hidupnya, sulit menerima keadaan termasuk sakit yang dideritanya, meski itu akibat kesalahan sendiri. Muncullah stres.
Padahal, begitu otak menerima sinyal bahwa kita sedang stres, perintah untuk meningkatkan sistem simpatetik berjalan. Akibatnya, hormon stres dan adrenalin meningkat. Lever melepaskan gula dan lemak dalam darah untuk menambah bahan bakar, pernapasan lalu menjadi cepat sehingga jumlah oksigen bertambah. Dengan sendirinya jantung bekerja makin kencang. Tekanan darah pun meningkat. Kondisi ini berbahaya bagi penderita jantung.
Stres memang menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung. Itu sebabnya bila stres dikelola dengan baik akan memperbaiki kerja jantung. Ini adalah terapi yang sederhana, tetapi sangat berarti demi memperpanjang harapan hidup penderita jantung.
“Tentu saja, aturan-aturan lain seperti mengatur makan, cukup beraktivitas dan istirahat, hindari konsumsi makanan berlemak tinggi, tidak merokok, dan lain-lain harus mengiringi semua terapi tersebut. Anda harus hidup disiplin kalau tidak mau cepat mati,” ujarnya.
Biar Tekanan Darah Turun, Meditasilah

Dr. Dedi Afandi, Sp.JP(K), FIHA, spesialis jantung dari RSCM-FKUI, mengakui bahwa terapi alternatif semacam tusuk jarum, yoga, ramuan herbal dalam banyak kasus menunjukkan efek baik. “Artinya penderita merasa segar, tidak sesak napas atau lemah. Tusuk jarum mampu memperkuat organ jantung, meskipun saya tidak tahu bagaimana hal itu bisa berlangsung,” katanya.
Bila para pasiennya ingin mencoba terapi tersebut, ia tidak melarang. Namun, ia tidak pernah mengikutsertakan terapi itu dalam proses perawatan dan pengobatan yang diterapkannya. “Terapi mandi air hangat atau sauna, terutama bila sehabis sauna mengguyur badan dengan air dingin, saya tidak mengizinkan sama sekali. Pembuluh darah bisa menyempit lagi. Bahaya!” sebutnya.
Salah satu terapi aman yang bisa dijalani yakni meditasi. Pemanfaatan meditasi untuk menangani faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK) baru diteliti pada taraf awal. Namun, beberapa peneliti telah mencatat efektivitas meditasi terhadap masalah jantung, terutama yang terkait dengan hipertensi.
Peneliti terkemuka Dr. Herbert Benson dari Harvard Medical School mencatat bahwa meditasi yang teratur dapat menurunkan tekanan darah secara berarti pada banyak penderita hipertensi. Dr. Benson juga menemukan, meditasi menghasilkan kondisi rileks, keadaan yang berlawanan dengan respon fight or flight (kondisi ketika orang sedang mengalami stres tinggi).
Kemungkinan besar, menurut Dr. Benson, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk akibat penurunan aktivitas sistem saraf simpatetik. Karena itu, efek secara fisik dari meditasi adalah menurunkan denyut jantung dan keperluan oksigen bagi tubuh.
Pada mereka yang melakukan meditasi, konsumsi oksigen menurun menjadi 10-20 persen. Penurunan ini berawal pada 3 menit pertama meditasi. Menariknya, penurunan ini justru lebih besar dibanding ketika kita tidur, yang hanya mencapai kurang lebih 8 persen dan butuh waktu 4-5 jam. Jadi, lebih baik meditasi daripada tidur.
Yang penting, meditasi menurut Dr. Benson mampu menurunkan frekuensi aritmia jantung. Ini berarti bagi penderita PJK, meditasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup.
Sumber