Tuesday, November 25, 2008

Kelainan yang menghambat proses melahirkan

Banyak hal yang bisa menghambat kelancaran dan suksesnya proses persalinan. Di antaranya, kelainan dan penyakit di jalan lahir.

Menurut dr. Okky Sofyan, Sp.OG dari RS Bunda, Jakarta, penyakit dan kelainan di jalan lahir tak bisa diremehkan. "Sebab, efeknya tidak saja menghambat proses persalinan, tapi bisa lebih fatal lagi, yaitu kematian bagi si ibu dan bayinya." Nah, berikut 10 penyakit dan kelainan di jalan lahir yang menghambat proses persalinan.

1. PERINEUM KAKU

Antara daerah vagina dan anus diisi oleh otot-otot perineum. Nah, kalau otot-otot tersebut kaku dan tidak luwes, bisa menghambat proses persalinan. "Ibarat pintu lorong yang terbuat dari kayu yang kuat, enggak bisa digeser untuk mengembang. Nah, kalau barang yang lewat kecil, mungkin masih bisa keluar. Sebaliknya, jika barangnya besar, ya, susah."

Lain halnya jika pintu itu terbuat dari karet yang elastis, maka barang apa pun, bisa keluar dengan lancar. "Itu sebabnya, untuk perineum lunak dan elastis, bayi seberat 3,5 kg pun bisa keluar. Namun jika kaku, hanya bisa dilewati bayi di bawah 3 kg."

Tidak luwesnya otot perineum, biasanya diidap ibu-ibu muda yang baru hamil. Bisa juga karena ibu tegang dan cemas sehingga otot-otot menegang. Agar lunak dan lemas, saran Okky, masuk usia kehamilan 7 bulan, ibu harus rajin senam hamil yang mengajarkan cara melemaskan otot tersebut.

Jika perineum kaku padahal kepala bayi sudah nongol, dokter harus melakukan tindakan pengguntingan jalan lahir agar lubang vagina membesar dan bayi bisa keluar dengan lancar. Ini pun tak selalu harus dilakukan. Jika bayinya kecil dan kemungkinannya lancar, pengguntingan tak dilakukan.

2. PENYEMPITAN VAGINA

Ini merupakan kelainan bawaan. Saking sempitnya lubang vagina, hubungan intim dengan sang suami pun kadang tak mungkin dilakukan. "Nah, untuk bisa berhubungan maka harus dilakukan operasi atau koreksi, sehingga ibu bisa hamil." Bekas luka operasi/koreksi, bisa saja menimbulkan masalah saat persalinan akibat vagina jadi kaku. Tak ada jalan lain, persalinan, terutama untuk bayi di atas 3 kg, harus melalui operasi.

3. SEPTIUM VAGINA

Normalnya, lubang vagina tak punya pembatas (septum) dan hanya memiliki satu saluran. Pada kelainan ini, lubang vagina jadi ada dua. Pada kondisi ini, hubungan seksual masih bisa dilakukan, karena salah satu lubang akan menyingkir sendiri saat penetrasi.

Masalah justru timbul saat persalinan. Vagina yang memiliki dua lubang/ruang ini akan mempersempit jalan lahir. Jika septumnya tebal, mutlak dilakukan operasi sesar. Jika persalinan dipaksakan normal, selain bayi terancam meninggal, ibunya juga akan terancam kehilangan nyawa akibat perdarahan dari vagina yang robek. Kendati demikian, kelainan ini bisa dioperasi sehingga tak menimbulkan masalah di persalinan berikut.

4. ENDEMA

Endema vagina berarti bengkak pada vagina. Penyebabnya macam-macam. Bisa karena infeksi, penyakit beri-beri, atau karena persalinan yang terlalu lama sehingga mengakibatkan bengkak. Karena vagina bengkak, diameter saluran vagina menjadi sempit, sehingga bayi susah keluar.

Untuk mengatasi pembengkakan karena endema, harus diteliti dulu penyebabnya sebelum diobati. Dokter juga akan memeriksa, sejauh mana menyempitnya vagina serta ukuran calon bayi yang akan keluar. Jika bayi amat besar sementara vagina sangat sempit, harus lewat bedah sesar.

5. HEMATOMA

Dengan adanya hematoma di vagina, berarti ada darah menggumpal di bawah jaringan kulit, sehingga bisa mempersempit jalan lahir. Penyebabnya bisa karena hubungan intim yang kasar atau karena terjadinya varises yang pecah.

Dokter akan meneliti sejauh mana tingkat keparahan dan besar-kecilnya hematoma. Jika ketika mau melahirkan sudah sembuh, operasi tidak diperlukan. Jika masih ada, persalinan harus dengan cara sesar.

Idealnya, hematoma dikoreksi dan harus dilakukan jauh hari sebelum persalinan tiba. Tapi jika sudah telanjur, persalinan harus lewat sesar dan hematoma dioperasi. Jika dibiarkan saja, hematoma membesar dan bisa menimbulkan rasa nyeri yang sangat. Selain itu, si ibu bisa mengalami perdarahan hebat yang bisa merenggut nyawa.

6. PERADANGAN

Peradangan vulva sering diikuti oleh peradangan vagina dan disebabkan aneka hal. Misalnya, infeksi penyakit kelamin, seperti sipilis dan gonorea. Infeksi radang ini bisa menyebabkan kemerahan, bengkak, dan rasa sakit. Selain itu, jalan lahir jadi sempit karena bengkak. Jika saluran sempit dan bayi besar, operasi sesar diperlukan.

Bahaya lainnya, menurut Okky, si bayi bisa tertular virus tersebut. Karena itulah ibu sangat disarankan memeriksakan diri sebelum kehamilan, sehingga bila diketahui terkena infeksi penyakit kelamin, bisa segera diobati.

7. FISTULA OBSTETRIK

Fistula adalah lubang abnormal yang menghubungkan saluran kencing dengan vagina atau rektum/anus dengan vagina. Saluran kencing, saluran vagina, dan saluran pembuangan/anus, memiliki jalan sendiri-sendiri. Nah, kalau antara saluran kencing dan vagina atau antara saluran anus dan vagina bocor atau tembus satu sama lain, itulah yang dinamakan fistula.

Fistula bisa terjadi karena waktu persalinan yang lama atau bisa juga karena operasi. Persalinan lama akan menyebabkan jaringan lunak tersebut rusak atau bocor akibat tekanan yang kuat antara kepala dan panggul.

Jika fistula diketahui sebelum kehamilan, harus diobati terlebih dahulu. Namun bila sudah telanjur, persalinan harus dilakukan dengan cara sesar, setelah itu salurannya dioperasi. Fistula tak berdampak buruk pada janin. Tapi akibat fatal justru menimpa ibu yang bisa menderita beser alias kencing melulu.

8. KANDILOMA AKUMINATA

Diakibatkan oleh virus yang menyebabkan benjolan-benjolan yang sangat mengganggu di vagina. Parahnya, benjolan tersebut gampang berdarah. Salah satu virus penyebabnya adalah virus human papiloma, yang sering menimpa orang yang senang melakukan seks bebas.

Kandiloma harus dihilangkan sedini mungkin, baik benjolannya kecil maupun besar, karena bisa menyebabkan perdarahan pada vagina, terutama ketika bayi mau lahir. Caranya dengan dibakar, kuret, maupun metode tincture podofillin yaitu sejenis cairan panas yang dioleskan pada kandiloma. Walaupun memakan waktu lama, cara ini ternyata cukup efektif. Kandiloma bisa rontok sedikit demi sedikit.

Persalinan dengan kandiloma, dampaknya sangat fatal pada ibu maupun janin. Nyawa keduanya bisa melayang akibat perdarahan yang sangat hebat, karena kandiloma mudah sekali berdarah.

9. VARISES

Yang perlu diwaspadai adalah varises pada jalan lahir, yaitu di vagina dan vulva. Sebab, bisa membuat perdarahan yang sangat hebat hingga mencapai 0,5 liter dan amat sakit. Varises ini juga bisa mengakibatkan terjadinya emboli udara (gelembung udara pada pembuluh darah). Jika emboli pecah, bisa berakibat fatal, yaitu merusak organ-organ tubuh vital seperti jantung, paru-paru, dan lainnya yang bisa menyebabkan kematian pada si ibu.

Varises pada vagina biasanya karena faktor bawaan, walau bisa juga karena faktor-faktor lainnya, seperti kerja terlalu berat dan tegang. Bagi penderita varises dianjurkan ikut senam hamil dan tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat agar peredaran darah bisa berjalan lancar. Operasi sesar merupakan cara aman dalam persalinan yang berguna untuk meminimalisir dampak perdarahan.

10. KISTA VAGINA

Kista berupa penumpukan cairan menggelembung berisi udara. Ada macam-macam kista tapi yang paling sering ditemukan adalah kista gartner atau duktus muller. Bentuknya seperti gelembung air atau bisul. Kista di vagina bisa mempersempit lubang vagina yang akhirnya akan menghambat persalinan. Bahkan jika bentuknya besar, bisa menghalangi hubungan intim dan akibatnya malah tak bisa hamil. Karenanya, jika ibu menemukan kista di vaginanya, harus segera dioperasi agar bisa hamil.

Bila setelah hamil dijumpai ada kista, harus dilakukan operasi ketika usia kehamilan masih muda, sekitar 3-4 bulan. Jika sudah telanjur, harus dilakukan operasi sesar.

Sumber

No comments: